Aku ke Toraja baru sekali...itupun udah lamaaa banget.
Waktu itu tahun 1997 , aku masih kuliah dan ikutan ekspedisi panjat tebing di Bambapuang, Enrekang (itu deket Toraja) . Ekspedisinya sendiri mengesankan banget ...cewek semua ...manjat tebing out of nowhere ( waktu itu seh masih jarang rumah penduduk ) . He he kayaknya tentang ekspedisi ini sendiri harus 1 topik khusus mbahasnya .
Yang jelas selesai ekspedisi aku dan teman2ku Ita, Andi, Maya, Nadira dan tim pendukung jalan2 ke Toraja . Begitu sampai disana kebetulan suasananya rada mendung ... perasaanku damai banget , ni kota indah bener ( bayanganku waktu itu ...kayak Nepal kali ya ...he he sok tahu abis deh). Aku langsung berkhayal ... nti bulan madu aku mau ke Toraja ( sayangnya sampai sekarang belum kesampaian he he)
Disana kita ke Rantepao dan di jamu abis sama Bang Agus Lamba, dia itu salah seorang tokoh pemuda disana , dia punya wisma dan usaha tourist guide . Kita diajak rafting di Sungai Maiting .... Masya Allah ...itu sungai baguuus banget , walaupun kecil tapi alirannya lancar dan berwarna bening kehijauan . Belum lagi pemandangan sepanjang sungai ...tebing batu yang baguus, sekali2 ada biawak di pinggir. Walaupun udah sepuluh tahun yang lalu ...kayak masih terbayang di mataku sekarang.
Waktu itu sempet juga ngeliat upacara adat ...bukan pemakaman sih , upacara mindahin makam...jadi nggak terlalu besar . But still ..Unique. Sempet juga jalan2 liat pasar sapi yang rame banget
Pingin banget deh balik ke Sulawesi , jalan2 ma suami ke Makassar, Maros, Bantimurung dan tentunya Toraja .
Mungkin nanti kalau anak2 sudah agak besar ya ...sekarang ngumpulin dananya dulu :))
Minggu, 16 Maret 2008
Sabtu, 08 Maret 2008
LASKAR PELANGI ...sebuah Aufklarung buat saya
Mungkin saya rada telat membaca buku Laskar Pelangi tulisan Andrea Hirata ...tapi terus terang saya terkesan sekali dengan isinya.
Buat yang belum membaca buku ini ...buku ini berkisah tentang perjuangan 10 orang anak untuk dapat menempuh pendidikan dasar di daerah Belitung dengan berbagai hambatannya mulai dari dana, bangunan sekolah, jarak . Bener - bener menohok ya...bahwa di Indonesia , malahan di daerah yang kaya sumber daya alam ..pendidikan begitu sulit ditempuh. Mudah- mudahan para petinggi negeri membaca buku ini ...
Yang jelas setelah membaca buku ini saya tercenung , yang bisa saya ambil 'hikmahnya' :) ... Hidup adalah perjuangan ( he he kayak Bang Roma ya ?) . Waktu membaca buku ini kebetulan saya yang sedang merintis bisnis sendiri sedang merasa down...merasa kok target saya belum tercapai ya . Membaca buku ini saya merasa tertampar ...betapa anak2 yang untuk sekolah SD aja harus bersepeda 40 km , atau anak2 yang sebelum sekolah harus menjadi kuli dulu tetap saja menikmati hidup
Saya juga menemukan bukti nyata dari The Secret pada perjalanan hidup Ikal atawa Andrea... Bener seperti Rhonda jabarkan di bukunya The Secret ( yang juga amazing menurut saya ) bahwa kita harus punya satu keinginan kuat yang ingin dicapai dan Alam (Universe) akan memberikannya kepada kita .
Tapi dengan Laskar Pelangi saya baru 'ngeh' ...kita nggak cukup Meminta (Ask) saja ke pada Alam..menuju itu ada usaha konsisten ,pantang mundur dan semangat baja ...baru Alam ( kalau menurut saya Allah) akan mengabulkan. Diceritakan Ikal dan Arai akhirnya tercapai juga keinginannya untuk Sekolah di Sorbonne ....tapi dengan usaha yang membuat saya merinding ..mulai dari jadi kuli di pelabuhan sampai bekerja sambil kuliah. Bener2 buku ini menjadi Aufklarung (pencerahan) buat saya
Jadi saya ambil kesimpulannya ...tetapkan target kita, simpan dalam pikiran, kerja keras tanpa kompromi dalam prosesnya ..dan hasilnya akan datang . Toh yang di atas pasti melihat usaha yang kita lakukan
Kalau dalam Islam kan dituliskan Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga kaum itu berusaha merubah nasibnya sendiri. Atau mungkin petatah lama bilang Ora et Labora
Buat yang belum membaca buku ini ...buku ini berkisah tentang perjuangan 10 orang anak untuk dapat menempuh pendidikan dasar di daerah Belitung dengan berbagai hambatannya mulai dari dana, bangunan sekolah, jarak . Bener - bener menohok ya...bahwa di Indonesia , malahan di daerah yang kaya sumber daya alam ..pendidikan begitu sulit ditempuh. Mudah- mudahan para petinggi negeri membaca buku ini ...
Yang jelas setelah membaca buku ini saya tercenung , yang bisa saya ambil 'hikmahnya' :) ... Hidup adalah perjuangan ( he he kayak Bang Roma ya ?) . Waktu membaca buku ini kebetulan saya yang sedang merintis bisnis sendiri sedang merasa down...merasa kok target saya belum tercapai ya . Membaca buku ini saya merasa tertampar ...betapa anak2 yang untuk sekolah SD aja harus bersepeda 40 km , atau anak2 yang sebelum sekolah harus menjadi kuli dulu tetap saja menikmati hidup
Saya juga menemukan bukti nyata dari The Secret pada perjalanan hidup Ikal atawa Andrea... Bener seperti Rhonda jabarkan di bukunya The Secret ( yang juga amazing menurut saya ) bahwa kita harus punya satu keinginan kuat yang ingin dicapai dan Alam (Universe) akan memberikannya kepada kita .
Tapi dengan Laskar Pelangi saya baru 'ngeh' ...kita nggak cukup Meminta (Ask) saja ke pada Alam..menuju itu ada usaha konsisten ,pantang mundur dan semangat baja ...baru Alam ( kalau menurut saya Allah) akan mengabulkan. Diceritakan Ikal dan Arai akhirnya tercapai juga keinginannya untuk Sekolah di Sorbonne ....tapi dengan usaha yang membuat saya merinding ..mulai dari jadi kuli di pelabuhan sampai bekerja sambil kuliah. Bener2 buku ini menjadi Aufklarung (pencerahan) buat saya
Jadi saya ambil kesimpulannya ...tetapkan target kita, simpan dalam pikiran, kerja keras tanpa kompromi dalam prosesnya ..dan hasilnya akan datang . Toh yang di atas pasti melihat usaha yang kita lakukan
Kalau dalam Islam kan dituliskan Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga kaum itu berusaha merubah nasibnya sendiri. Atau mungkin petatah lama bilang Ora et Labora
PENGENALAN ALFABET
Pengenalan alfabet buat batita harus jauh dari kesan formal. Cukup dengan sering-sering membacakannya buku cerita. Selanjutnya, menginjak usia 2 tahunan, si kecil boleh diperkenalkan pada alfabet yang lebih kompleks. Ajak dia untuk menyebutkan nama-nama huruf yang ada di hadapannya atau yang kita tunjuk. Latihan ini kemudian kita tingkatkan dengan mengajaknya "membaca" kata demi kata.
Nah, agar acara pengenalan alfabet dan belajar "membaca" ini bisa diikuti si kecil, orangtua harus tahu cara penyampaiannya yang tepat bagi masing-masing anak. Asal tahu saja, tidak ada cara pengenalan alfabet dan belajar "membaca" yang paling baik karena semuanya baik dan benar. Tinggal cara yang mana yang disenanginya. Apa saja tekniknya? Silakan pilih yang paling pas, dan ingat lakukan sambil bermain. Jangan memaksa kalau si kecil terlihat kurang berminat.
HURUF DEMI HURUF
Sambil bernyanyi tunjuk setiap huruf dalam abjad yang sudah kita tuliskan pada kertas atau white board. Ingat, ucapkan pelafalannya secara benar. Selain itu antara apa yang kita ucapkan dan apa yang kita tunjuk harus sesuai. Contohnya, saat mengucapkan "a", tangan kita harus menunjuk pada huruf "a". Usahakan perhatian si kecil sepenuhnya tertuju pada bagaimana cara kita mengucapkan huruf demi huruf tadi.
Yang namanya pengenalan tentu saja jangan banyak-banyak dulu. Di hari pertama, contohnya, cukup dari huruf "a" sampai "g". Keesokan harinya mintalah anak untuk menyebut huruf-huruf yang telah dikenalkan. Kemudian teruskan dengan huruf "h" hingga huruf "m". Begitu seterusnya. Bila semua huruf telah dikenalkan, nyanyikan lagu ABC. Sekiranya huruf-huruf dari "a" sampai "z" sudah familiar di telinganya, secara spontan anak pasti ingin ikut menyanyikannya.
Pada kesempatan lain, pengenalan bisa dilanjutkan dengan menggabungkan huruf mati/konsonan dengan huruf hidup/vokal menjadi suku kata. Di tahap awal batasi penggabungan dua huruf saja dan pilihkan huruf-huruf yang relatif mudah diucapkan batita. Bukankah huruf "b" jauh lebih mudah dilafalkan ketimbang huruf "z", misalnya. Jadi, kenalkan anak pada pengulangan rangkaian bunyi sederhana seperti "bi-bi", "ba-ba", "bo-bo", "ta-ta" dan sejenisnya. Sah-sah saja bila sesekali diselingi kata-kata utuh, seperti "papa", "mama", rumah", "tidur", "makan" dan sebagainya. Pastikan semua huruf-huruf tadi tertulis besar-besar sehingga mudah dikenali anak.
KENALKAN MELALUI BENDA
Supaya lebih mengena, ada baiknya kenalkan langsung ke bendanya. Yang pasti, cermati dulu hal-hal apa yang paling disukai anak. Contohnya, selagi anak asyik memainkan boneka, alihkan sebentar perhatiannya ke white board atau kertas besar sambil menuliskan kata "boneka" dalam ukuran besar. Bisa juga "ini boneka," atau "boneka tidur" sambil kita tuliskan dan tunjukkan kata "tidur". Dengan demikian anak akan mengenal langsung huruf-huruf dan kata lewat benda-benda yang akrab dengan kesehariannya.
MONTESSORI SCHOOL
Cara ini berangkat dari pengenalan terhadap bunyi setiap huruf lebih dulu. Misalnya, "a" dibaca "a" sambil peragakan bagaimana kita membuka mulut sedemikian rupa sampai mengeluarkan bunyi "a". Lanjutkan pengenalan ini dengan memasukkan huruf yang dimaksud dalam sebuah kata, misalnya "a" untuk apel, "b" untuk becak, dan seterusnya. Kemudiakan pandai-pandailah mengkreasikannya menjadi sebuah lagu yang riang gembira.
FINGER PAINTING
Cara lain, gunakan kertas amplas yang agak halus untuk membuat huruf. Lalu mintalah anak untuk meraba huruf tersebut dengan jarinya pada bagian yang agak kasar tadi. Setelah beberapa kali melakukan perabaan ini mintalah anak untuk menuliskan huruf tersebut di kertas berukuran besar. Cara yang sama bisa juga dilakukan dengan finger painting menggunakan cat air. Jadi huruf demi huruf akan ditulis di kertas menggunakan jari-jari mungilnya. Yang pasti, cara ini tidak mengikat orangtua untuk memulai pengenalannya terhadap huruf. Mau huruf vokal lebih dulu atau sebaliknya konsonan terlebih dulu, boleh-boleh saja kok.
GAMES FOR LEARNING
Anak diperkenalkan huruf-huruf lewat permainan. Gampangnya, modifikasikan permainan catur. Setiap kotak di papan catur dituliskan huruf-huruf. Mintalah anak melakukan apa yang kita perintahkan, misalnya, "Ayo Dek taruh kudanya di huruf 'm'." Setelah cukup mengenal huruf-huruf dalam abjad, tuliskan masing-masing huruf dalam ukuran besar-besar di selembar kertas. Kemudian mintalah si batita menempelkan kertas berisi huruf tadi pada benda yang ada di rumah. Contohnya, "Tempelkan huruf 'p' ini ke pintu." Kegiatan ini pasti amat menyenangkan hingga anak tidak terasa sedang belajar tentang huruf.
METODE KINDERLAND
Metode ini mengharuskan anak mengenal alfabet lebih dulu sekaligus kata-kata yang terdiri dari 3 huruf, seperti bad, cat, dog dan sebagainya. Sayangnya, metode ini agak sulit diterapkan kala ingin memperkenalkan anak pada kata-kata dalam bahasa Indonesia. Sebab jarang sekali sebuah kata dalam bahasa Indonesia yang terdiri dari 3 huruf. Belum lagi pelafalannya yang amat berbeda dengan pelafalan dalam bahasa Indonesia. Setelah fasih di kata dengan 3 huruf, naikkan tingkat kesulitan pada kata yang terdiri dari huruf lebih banyak hingga akhirnya anak bisa "membaca" kata demi kata.
METODE FLASH CARD
Selain bisa membeli kartu-kartu yang sudah jadi, kita pun bisa membuatnya dari potongan-potongan karton bertuliskan kata bermakna tertentu sementara di baliknya terdapat gambar benda yang sesuai. Tunjukkan secara teratur setiap hari kata-kata tersebut. Tak perlu banyak-banyak, tapi cukup 1-3 flash card setiap hari. Hari demi hari tambahkan jumlah flash card yang diperlihatkan.
KARPET ALFABET
Kini banyak dijual alas lantai/karpet yang bertuliskan huruf-huruf alfabet. Pasanglah karpet berbentuk kepingan-kepingan tersebut di ruang bermain atau di kamar tidur anak. Menjelang tidur, ajaklah anak sejenak melakukan games. "Mana huruf 'm'?" sambil minta anak untuk menunjukannya. Bisa juga meminta anak memasangkan kembali kepingan-kepingan karpet tadi hingga membentuk sebuah kata bermakna. Setelah selesai melakukan tugasnya, ajak anak untuk membacanya. Misalnya, "s e p e d a".
BELAJAR MENGETIK
Menekan tuts-tuts huruf pada keyboard komputer mendatangkan kesenangan tersendiri bagi anak usia ini. Apalagi ketika ia mengetik tuts tertentu akan muncul huruf tertentu pula di layar monitor. Pilihkan font size yang cukup besar. Setiap kali ada kesempatan bimbing batita untuk mengetik nama-nama atau kata-kata bermakna di komputer. Misalnya, namanya sendiri, nama ayah, ibu, kakak, nenek ataupun sosok lain yang akrab dengannya. Atau kata-kata bermakna seperti "motor", "cangkir", "mata" dan sebagainya. Ajaklah anak untuk melafalkan setiap kata begitu ia selesai menuliskannya. Pilihan program yang hendak digunakan terserah orangtua, apakah Word atau Power point. Bisa juga dengan membuat variasi pengenalan tadi menjadi games yang pasti menarik bagi anak usia ini.
KATA DEMI KATA
Mengenalkan alfabet pada batita tidak harus huruf satu per satu atau pun dieja seperti "ba", "bi", "bu", melainkan langsung kata demi kata. Penerapannya bisa dilakukan dengan menuliskan sebuah kata di atas karton berukuran sedang. Contohnya "tas". Akan lebih baik jika sertakan pula gambar tas pada lembar karton yang sama. Setiap hari, setidaknya 3x sehari, pagi, siang dan sore, bacakan dan perlihatkan sekitar 5 kata. Bisa juga dengan memanfaatkan VCD lagu anak-anak yang menampilkan lirik lagu. Sambil bernyanyi mengikuti lirik lagu yang tampil di layar teve, tunjuk satu demi satu kata yang tengah dinyanyikan. Sesekali tanyakan pada si batita kata apa yang sedang kita tunjuk.
STORY TELLING
Setiap hari, khususnya menjelang tidur, bacakan cerita-cerita menarik untuk si batita. Usahakan cerita-cerita tersebut berasal dari buku cerita bergambar yang tulisannya besar-besar. Jangan lupa, sambil membacakan tunjuk pula kata yang ada pada buku.
MELENGKAPI KATA
Seperti halnya membuat flash card, namun kata yang dimaksud sengaja ditulis tidak lengkap. Contohnya, "mobil" cukup ditulis "mo....". Nah, saat menunjukkan kartu tersebut mintalah si batita untuk meneruskan penggalan kata yang tidak tertulis di situ. Jangan lupa sambil menunjukkan gambar yang sesuai dengan kata yang tertulis sebagai kunci jawaban bagi anak.
POSTER HURUF SEBAGAI HIASAN
Pasang poster alfaber di dinding kamar anak. Dengan demikian setiap kali masuk kamarnya, perhatian anak bisa langsung tertuju pada huruf-huruf yang ada di lembar poster tersebut. Ada baiknya bila orangtua ikut mengingatkan anak pada huruf-huruf tersebut dengan menyanyikan lagu ABC setiap kali masuk kamar. Jika ia sudah familiar tingkatkan pengenalannya dengan mengganti poster hiasan tersebut dengan poster serupa berisi kata-kata bermakna yang dilengkapi dengan gambarnya.
Diambil dari tulisan Gazali Solahuddin (dari berbagai sumber). di tabloid-nakita
Nah, agar acara pengenalan alfabet dan belajar "membaca" ini bisa diikuti si kecil, orangtua harus tahu cara penyampaiannya yang tepat bagi masing-masing anak. Asal tahu saja, tidak ada cara pengenalan alfabet dan belajar "membaca" yang paling baik karena semuanya baik dan benar. Tinggal cara yang mana yang disenanginya. Apa saja tekniknya? Silakan pilih yang paling pas, dan ingat lakukan sambil bermain. Jangan memaksa kalau si kecil terlihat kurang berminat.
HURUF DEMI HURUF
Sambil bernyanyi tunjuk setiap huruf dalam abjad yang sudah kita tuliskan pada kertas atau white board. Ingat, ucapkan pelafalannya secara benar. Selain itu antara apa yang kita ucapkan dan apa yang kita tunjuk harus sesuai. Contohnya, saat mengucapkan "a", tangan kita harus menunjuk pada huruf "a". Usahakan perhatian si kecil sepenuhnya tertuju pada bagaimana cara kita mengucapkan huruf demi huruf tadi.
Yang namanya pengenalan tentu saja jangan banyak-banyak dulu. Di hari pertama, contohnya, cukup dari huruf "a" sampai "g". Keesokan harinya mintalah anak untuk menyebut huruf-huruf yang telah dikenalkan. Kemudian teruskan dengan huruf "h" hingga huruf "m". Begitu seterusnya. Bila semua huruf telah dikenalkan, nyanyikan lagu ABC. Sekiranya huruf-huruf dari "a" sampai "z" sudah familiar di telinganya, secara spontan anak pasti ingin ikut menyanyikannya.
Pada kesempatan lain, pengenalan bisa dilanjutkan dengan menggabungkan huruf mati/konsonan dengan huruf hidup/vokal menjadi suku kata. Di tahap awal batasi penggabungan dua huruf saja dan pilihkan huruf-huruf yang relatif mudah diucapkan batita. Bukankah huruf "b" jauh lebih mudah dilafalkan ketimbang huruf "z", misalnya. Jadi, kenalkan anak pada pengulangan rangkaian bunyi sederhana seperti "bi-bi", "ba-ba", "bo-bo", "ta-ta" dan sejenisnya. Sah-sah saja bila sesekali diselingi kata-kata utuh, seperti "papa", "mama", rumah", "tidur", "makan" dan sebagainya. Pastikan semua huruf-huruf tadi tertulis besar-besar sehingga mudah dikenali anak.
KENALKAN MELALUI BENDA
Supaya lebih mengena, ada baiknya kenalkan langsung ke bendanya. Yang pasti, cermati dulu hal-hal apa yang paling disukai anak. Contohnya, selagi anak asyik memainkan boneka, alihkan sebentar perhatiannya ke white board atau kertas besar sambil menuliskan kata "boneka" dalam ukuran besar. Bisa juga "ini boneka," atau "boneka tidur" sambil kita tuliskan dan tunjukkan kata "tidur". Dengan demikian anak akan mengenal langsung huruf-huruf dan kata lewat benda-benda yang akrab dengan kesehariannya.
MONTESSORI SCHOOL
Cara ini berangkat dari pengenalan terhadap bunyi setiap huruf lebih dulu. Misalnya, "a" dibaca "a" sambil peragakan bagaimana kita membuka mulut sedemikian rupa sampai mengeluarkan bunyi "a". Lanjutkan pengenalan ini dengan memasukkan huruf yang dimaksud dalam sebuah kata, misalnya "a" untuk apel, "b" untuk becak, dan seterusnya. Kemudiakan pandai-pandailah mengkreasikannya menjadi sebuah lagu yang riang gembira.
FINGER PAINTING
Cara lain, gunakan kertas amplas yang agak halus untuk membuat huruf. Lalu mintalah anak untuk meraba huruf tersebut dengan jarinya pada bagian yang agak kasar tadi. Setelah beberapa kali melakukan perabaan ini mintalah anak untuk menuliskan huruf tersebut di kertas berukuran besar. Cara yang sama bisa juga dilakukan dengan finger painting menggunakan cat air. Jadi huruf demi huruf akan ditulis di kertas menggunakan jari-jari mungilnya. Yang pasti, cara ini tidak mengikat orangtua untuk memulai pengenalannya terhadap huruf. Mau huruf vokal lebih dulu atau sebaliknya konsonan terlebih dulu, boleh-boleh saja kok.
GAMES FOR LEARNING
Anak diperkenalkan huruf-huruf lewat permainan. Gampangnya, modifikasikan permainan catur. Setiap kotak di papan catur dituliskan huruf-huruf. Mintalah anak melakukan apa yang kita perintahkan, misalnya, "Ayo Dek taruh kudanya di huruf 'm'." Setelah cukup mengenal huruf-huruf dalam abjad, tuliskan masing-masing huruf dalam ukuran besar-besar di selembar kertas. Kemudian mintalah si batita menempelkan kertas berisi huruf tadi pada benda yang ada di rumah. Contohnya, "Tempelkan huruf 'p' ini ke pintu." Kegiatan ini pasti amat menyenangkan hingga anak tidak terasa sedang belajar tentang huruf.
METODE KINDERLAND
Metode ini mengharuskan anak mengenal alfabet lebih dulu sekaligus kata-kata yang terdiri dari 3 huruf, seperti bad, cat, dog dan sebagainya. Sayangnya, metode ini agak sulit diterapkan kala ingin memperkenalkan anak pada kata-kata dalam bahasa Indonesia. Sebab jarang sekali sebuah kata dalam bahasa Indonesia yang terdiri dari 3 huruf. Belum lagi pelafalannya yang amat berbeda dengan pelafalan dalam bahasa Indonesia. Setelah fasih di kata dengan 3 huruf, naikkan tingkat kesulitan pada kata yang terdiri dari huruf lebih banyak hingga akhirnya anak bisa "membaca" kata demi kata.
METODE FLASH CARD
Selain bisa membeli kartu-kartu yang sudah jadi, kita pun bisa membuatnya dari potongan-potongan karton bertuliskan kata bermakna tertentu sementara di baliknya terdapat gambar benda yang sesuai. Tunjukkan secara teratur setiap hari kata-kata tersebut. Tak perlu banyak-banyak, tapi cukup 1-3 flash card setiap hari. Hari demi hari tambahkan jumlah flash card yang diperlihatkan.
KARPET ALFABET
Kini banyak dijual alas lantai/karpet yang bertuliskan huruf-huruf alfabet. Pasanglah karpet berbentuk kepingan-kepingan tersebut di ruang bermain atau di kamar tidur anak. Menjelang tidur, ajaklah anak sejenak melakukan games. "Mana huruf 'm'?" sambil minta anak untuk menunjukannya. Bisa juga meminta anak memasangkan kembali kepingan-kepingan karpet tadi hingga membentuk sebuah kata bermakna. Setelah selesai melakukan tugasnya, ajak anak untuk membacanya. Misalnya, "s e p e d a".
BELAJAR MENGETIK
Menekan tuts-tuts huruf pada keyboard komputer mendatangkan kesenangan tersendiri bagi anak usia ini. Apalagi ketika ia mengetik tuts tertentu akan muncul huruf tertentu pula di layar monitor. Pilihkan font size yang cukup besar. Setiap kali ada kesempatan bimbing batita untuk mengetik nama-nama atau kata-kata bermakna di komputer. Misalnya, namanya sendiri, nama ayah, ibu, kakak, nenek ataupun sosok lain yang akrab dengannya. Atau kata-kata bermakna seperti "motor", "cangkir", "mata" dan sebagainya. Ajaklah anak untuk melafalkan setiap kata begitu ia selesai menuliskannya. Pilihan program yang hendak digunakan terserah orangtua, apakah Word atau Power point. Bisa juga dengan membuat variasi pengenalan tadi menjadi games yang pasti menarik bagi anak usia ini.
KATA DEMI KATA
Mengenalkan alfabet pada batita tidak harus huruf satu per satu atau pun dieja seperti "ba", "bi", "bu", melainkan langsung kata demi kata. Penerapannya bisa dilakukan dengan menuliskan sebuah kata di atas karton berukuran sedang. Contohnya "tas". Akan lebih baik jika sertakan pula gambar tas pada lembar karton yang sama. Setiap hari, setidaknya 3x sehari, pagi, siang dan sore, bacakan dan perlihatkan sekitar 5 kata. Bisa juga dengan memanfaatkan VCD lagu anak-anak yang menampilkan lirik lagu. Sambil bernyanyi mengikuti lirik lagu yang tampil di layar teve, tunjuk satu demi satu kata yang tengah dinyanyikan. Sesekali tanyakan pada si batita kata apa yang sedang kita tunjuk.
STORY TELLING
Setiap hari, khususnya menjelang tidur, bacakan cerita-cerita menarik untuk si batita. Usahakan cerita-cerita tersebut berasal dari buku cerita bergambar yang tulisannya besar-besar. Jangan lupa, sambil membacakan tunjuk pula kata yang ada pada buku.
MELENGKAPI KATA
Seperti halnya membuat flash card, namun kata yang dimaksud sengaja ditulis tidak lengkap. Contohnya, "mobil" cukup ditulis "mo....". Nah, saat menunjukkan kartu tersebut mintalah si batita untuk meneruskan penggalan kata yang tidak tertulis di situ. Jangan lupa sambil menunjukkan gambar yang sesuai dengan kata yang tertulis sebagai kunci jawaban bagi anak.
POSTER HURUF SEBAGAI HIASAN
Pasang poster alfaber di dinding kamar anak. Dengan demikian setiap kali masuk kamarnya, perhatian anak bisa langsung tertuju pada huruf-huruf yang ada di lembar poster tersebut. Ada baiknya bila orangtua ikut mengingatkan anak pada huruf-huruf tersebut dengan menyanyikan lagu ABC setiap kali masuk kamar. Jika ia sudah familiar tingkatkan pengenalannya dengan mengganti poster hiasan tersebut dengan poster serupa berisi kata-kata bermakna yang dilengkapi dengan gambarnya.
Diambil dari tulisan Gazali Solahuddin (dari berbagai sumber). di tabloid-nakita
Sabtu, 23 Februari 2008
Resep Macaroni Schotel
Ini makanan kesukaanku ...tapi belum juga sempet bikinnya ...tapi nggak papa ..simpen dulu aja resepnya (diambil dari resep Nyonya Inong)
Bahannya :
- 1 kg kentang, rebus dan haluskan- 250 gr elbow macaroni, rebus sesuai petunjuk pada kemasan dan sisihkan- 250 gr keju parut (aku selalu pakai cheddar yang masih utuh, diparut sendiri. Atau boleh juga pakai keju Tasty)
- 1 kaleng (340 gr) corned beef (untuk yang pengen lebih sehat boleh pakai 400 gr daging giling)- susu cair secukupnya (tergantung dari kekentalan adonan)
- 3 butir telur- 1 bawang bombay diiris halus- 3 siung bawang putih
- 1/2 sdt merica bubuk.- Garam sesuai selera
Caranya :- Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai transparan dan harum, kemudian tambahkan kornet atau daging giling, tumis sampai kornet/ daging matang tambahkan makaroni dan bumbui dengan garam dan merica (mericanya boleh ditambah sesuai selera). Angkat dari api.- Di wadah lain campur kentang, susu dan telur sampai tercampur rata, kekentalan adonan kira kira seperti mashed potato tambahkan keju parut (sisakan sedikit buat taburan).- Campurkan kedua adonan tadi sampai rata, dan ratakan ke atas pinggan tahan panas. Taburi dengan sisa keju parut.- Bakar didalam oven selama 50 menit. Dinginkan selama 10 menit (supaya skotelnya gak buyar kalau dipotong) dan sajikan hangat bersama saus tomat atau saus sambal.tips : boleh juga dibuat 3 lapisan (jadi seperti kroket panggang), letakkan 1/2 adonan kentang kemudian tuangkan tumisan makaroni dan lapisi kembali dengan sisa adonan kentang baru taburi keju parut dan dipanggang. Hasilnya jadi lebih cantik. Aku lebih prefer di campur karena rasanya jadi lebih mantap.
Sukanya FTM ( full Time Mom )
Sejak Mei 2007 kemarin aku memutuskan untuk resign dari kantorku (Perusahaan yang ngurusin air minum se Jakarta ) sebagai HRD bagian recruitment dan assessment.
Yang mendasari keputusanku waktu itu adalah aku mulai asik njalanin bisnisku which mulai ndatangin income yang lumayan juga dan lagi kehamilanku tambah gede (udah 5 bulan ). Kayaknya nggak fair aja aku kerja ,sementara pikiranku bercabang ke bisnis dan lagi aku kasian ma anak pertamaku Fathan yang baru umur 1 tahun lewat...kalo aku terlalu sibuk ngurusin kerjaan kantor dan bisnis...kapan ngurusin dia . Padahal sebentar lagi adeknya lahir.
So que sera sera deh :) ...Bismillah. Aku mutusin jadi FTM (Full Time Mom ) ... tapi sebenernya nggak Full Time di rumah sih karena aku punya bisnis yang lagi aku rintis . Tapi enaknya adalah aku bisa atur sendiri waktuku ...nggak keiket 8-17.00
Memang awal berhenti kerja rada aneh ...terbiasa bertahun2 berangkat dari rumah masih gelap dan sampai dirumah sudah gelap lagi . Sekarang aku baru berangkat ngurusin bisnisku siang .
Jadi pagi2 aku bisa mandiin Fathan dan melakukan aktivitas laennya...tapi kalo nemenin Fathan maen sih nggak kuat . Maklum lagi gendut dan Fathannya kayak bola bekel , usil banget .
Ya secara emosional hubunganku ma Fathan jadi lebih deket lagi dan aku bisa mempersiapkan dia untuk menghadapi adik barunya .
Padahal sebelumnya aku sempet cemburu ma mbak yg ngurusin Fathan karena kadang2 keliatannya dia lebih bisa ndeketin Fathan hiks.
Sekarang udah 9 bulan aku nggak kerja di kantor lagi , sometimes aku masih ngambil juga kerjaan2 berbau HRD which is assessment , atau Org Dev tapi itu semua project based dan nggak mengikat.
Anak ke-2 ku Fawwaz sekarang sudah 5 bulan , aku baru mulai aktivitasku kira- kira 2 mingguan . Jadi aku masih bisa ngasih ASI eksklusif buat Fawwaz, bisa mulai ngajarin dia makan, ndengerin ocehan2 pertama dia .
Sedih juga kalo inget dulu Fathan umur 2.5 bulan udah kutinggal ke kantor , di BKO kan ke pembantu . Tapi sekarang aku coba mbayar ketinggalanku dengan Fathan , sekarang tiap pagi aku bisa mandiin anak2ku, nyuapin mereka , nemenin mereka bobo pagi, ngajak maen.
Teryata surga itu nggak jauh letaknya . I found them in my Family :)
Mudah-mudah an aku bisa nemenin mereka melalui masa golden agenya dan tentunya mudah2an bisnisku tetep lancar
Masa anak- anak cuma sekali buat mereka... dan aku mau ada bersama mereka
I love you My boys
Yang mendasari keputusanku waktu itu adalah aku mulai asik njalanin bisnisku which mulai ndatangin income yang lumayan juga dan lagi kehamilanku tambah gede (udah 5 bulan ). Kayaknya nggak fair aja aku kerja ,sementara pikiranku bercabang ke bisnis dan lagi aku kasian ma anak pertamaku Fathan yang baru umur 1 tahun lewat...kalo aku terlalu sibuk ngurusin kerjaan kantor dan bisnis...kapan ngurusin dia . Padahal sebentar lagi adeknya lahir.
So que sera sera deh :) ...Bismillah. Aku mutusin jadi FTM (Full Time Mom ) ... tapi sebenernya nggak Full Time di rumah sih karena aku punya bisnis yang lagi aku rintis . Tapi enaknya adalah aku bisa atur sendiri waktuku ...nggak keiket 8-17.00
Memang awal berhenti kerja rada aneh ...terbiasa bertahun2 berangkat dari rumah masih gelap dan sampai dirumah sudah gelap lagi . Sekarang aku baru berangkat ngurusin bisnisku siang .
Jadi pagi2 aku bisa mandiin Fathan dan melakukan aktivitas laennya...tapi kalo nemenin Fathan maen sih nggak kuat . Maklum lagi gendut dan Fathannya kayak bola bekel , usil banget .
Ya secara emosional hubunganku ma Fathan jadi lebih deket lagi dan aku bisa mempersiapkan dia untuk menghadapi adik barunya .
Padahal sebelumnya aku sempet cemburu ma mbak yg ngurusin Fathan karena kadang2 keliatannya dia lebih bisa ndeketin Fathan hiks.
Sekarang udah 9 bulan aku nggak kerja di kantor lagi , sometimes aku masih ngambil juga kerjaan2 berbau HRD which is assessment , atau Org Dev tapi itu semua project based dan nggak mengikat.
Anak ke-2 ku Fawwaz sekarang sudah 5 bulan , aku baru mulai aktivitasku kira- kira 2 mingguan . Jadi aku masih bisa ngasih ASI eksklusif buat Fawwaz, bisa mulai ngajarin dia makan, ndengerin ocehan2 pertama dia .
Sedih juga kalo inget dulu Fathan umur 2.5 bulan udah kutinggal ke kantor , di BKO kan ke pembantu . Tapi sekarang aku coba mbayar ketinggalanku dengan Fathan , sekarang tiap pagi aku bisa mandiin anak2ku, nyuapin mereka , nemenin mereka bobo pagi, ngajak maen.
Teryata surga itu nggak jauh letaknya . I found them in my Family :)
Mudah-mudah an aku bisa nemenin mereka melalui masa golden agenya dan tentunya mudah2an bisnisku tetep lancar
Masa anak- anak cuma sekali buat mereka... dan aku mau ada bersama mereka
I love you My boys
Rabu, 06 Februari 2008
Keluarga kecilku
Rabu pagi di Beji.... putra kedua kami Fawwaz Ramadhani Fuad sudah bangun dari azan Subuh tadi .... nggak mau bobo lagi , malah sibuk gulang guling di kasur sambil cengar cengir ngeliatin papanya yang siap - siap mau kerja.
He he untuk anak usia 4 bulan, si Fawwaz lumayan usil banget. Dia sekarang sudah nggak bisa ditinggal sendirian dikasurnya ...dalam hitungan detik sudah sampai di pinggir kasur . Kayaknya sebentar lagi sudah harus nurunin kasur nih...melantai deh demi keselamatan anak .
Jam setengah 6 papanya berangkat ... yah begitulah resiko rumah di Depok kantor di Cikampek ..tua di jalan . Demi keluarga ya pa..dilakonin aja dengan ikhlas :)
Jam 6 terdengarlah suara2 di kamar sebelah ...Mama, mama, Nenek , nenek . Begitulah anak sulung kami Fathan Gibrani Fuad. Kalo bangun tidur , serumah pasti tahu ...berisik bo. Jadilah Fawwaz dititipin ke nenek, mama ngurusin mas Fathan , nemenin mas Fathan leyeh - leyeh di kasur, nyuapin sarapan sampai akhirnya dia mau mandi jam 7 an. Maklum Fathan baru 23 bulan , masih manja . Untungnya kami masih tinggal di rumah nenek kakek, jadi Fathan nggak terlalu kurang perhatian banget waktu adeknya lahir waktu umur dia 1,5 tahun.
Si Mbak udah selesai beres- beres di belakang , jadi bisa pegang mas Fathan , mama bisa mandiin dan ngelonin dede Fawwaz.. maklum si dede udah bangun dari subuh , udah makan2 tangannya tuh he he
Hari ini mama berangkat siang , jadi pagi ini masih bisa main ma anak- anak ....enaknya punya bisnis sendiri hehe.
Sekian dulu cerita singkat sekaligus perkenalan keluarga singkat kami :)
Papa Fahmi - Mama Dian
He he untuk anak usia 4 bulan, si Fawwaz lumayan usil banget. Dia sekarang sudah nggak bisa ditinggal sendirian dikasurnya ...dalam hitungan detik sudah sampai di pinggir kasur . Kayaknya sebentar lagi sudah harus nurunin kasur nih...melantai deh demi keselamatan anak .
Jam setengah 6 papanya berangkat ... yah begitulah resiko rumah di Depok kantor di Cikampek ..tua di jalan . Demi keluarga ya pa..dilakonin aja dengan ikhlas :)
Jam 6 terdengarlah suara2 di kamar sebelah ...Mama, mama, Nenek , nenek . Begitulah anak sulung kami Fathan Gibrani Fuad. Kalo bangun tidur , serumah pasti tahu ...berisik bo. Jadilah Fawwaz dititipin ke nenek, mama ngurusin mas Fathan , nemenin mas Fathan leyeh - leyeh di kasur, nyuapin sarapan sampai akhirnya dia mau mandi jam 7 an. Maklum Fathan baru 23 bulan , masih manja . Untungnya kami masih tinggal di rumah nenek kakek, jadi Fathan nggak terlalu kurang perhatian banget waktu adeknya lahir waktu umur dia 1,5 tahun.
Si Mbak udah selesai beres- beres di belakang , jadi bisa pegang mas Fathan , mama bisa mandiin dan ngelonin dede Fawwaz.. maklum si dede udah bangun dari subuh , udah makan2 tangannya tuh he he
Hari ini mama berangkat siang , jadi pagi ini masih bisa main ma anak- anak ....enaknya punya bisnis sendiri hehe.
Sekian dulu cerita singkat sekaligus perkenalan keluarga singkat kami :)
Papa Fahmi - Mama Dian
Mengajar Sopan Santun pada batita
Sopan santun dibutuhkan dalam pergaulan sehari -hari. Tentu kita nggak mau anak kita dijuluki anak nggak tahu sopan ketika dewasa nanti . Mengajar sopan santun pada batita bukan hal yang mudah , tapi mungkin dilakukan kok.
Tip- tip berikut dapat dicoba :
Jangan hanya mengajar cara, namun jelaskan juga artinya.
Pada dasarnya kita berlaku sopan karena ingin menghargai orang lain. Untuk mengajarkan perilaku sopan , sebaiknya anda juga memberi tahu MENGAPA sebelum mengajarkan BAGAIMANA caranya. Kenyataannya anak yang berkembang menjadi anak yang baik dan menghargai orang lain biasanya secara otomatis menjadi anak yang tahu kesopanan
Beri contoh yang baik
Berilah contoh perilaku sopan dalam perilaku kita sehari - hari baik terhadap orang lain maupun terhadap si kecil. Dengan demikian anak merasa bahwa orang tua menghargainya. Anak yang merasa dihargai akan tumbuh menjadi orang yang menghargai orang lain.
Beri kesempatan untuk mencoba
JIka anda menginginkan si kecil tahu cara makan yang baik dan benar, pada waktu duduk bersama di meja makan beri ia kesempatan mencoba
Ajak si kecil bicara
Pada awalnya si kecil tentu tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih. Cobalah mengucapkannya pada si kecil pada berbagai kesempatan , lama - lama ia akan tergerak untuk menggunakannya ketika ada situasi yang sesuai
Hindari situasi yang menekan
Anak yang selalu di tekan atau mendapat hukuman jika tidak menunjukkan perilaku sopan dapat berkembang menjadi anak yang mempelajari perilaku sopan dengan cepat atau malah sama sekali menolak untuk berperilaku seperti yang diharapkan.
Jangan lupa mengingatkan
Ingatkan si kecil dengan lembut dan tidak menekan
Dengarkan apa yang diucapkan si kecil
Cobalah untuk menjadi pendengar yang baik untuk si kecil sehingga ia merasa dihargai dan berkembang menjadi pendengar yang baik
dian
(disarikan dari artikel dalam buku 3 Tahun pertama yang mengesankan)
Langganan:
Postingan (Atom)