Selasa, 06 Mei 2008

Bakat enterpreneur Fathan

Lucu bener deh anakku.. si Fathan(2 thn 1 bulan)...2 minggu ini lagi hobby banget Jualan. Tepatnya pura- pura jualan... Semua tukang dagang yang lewat depan rumah di tiruin.

"Donat ...donat... teriaknya sambil bawa2 barang dikepalanya. ma... Mau donat ? "
Kalo udah gini sudah pasti harus beli .. Beli donat boongan, pake duit boongan. Dan gak cukup 3x aku beli donat dari tukang donat kecilku ..bisa 7-8X hehe
Hari ini dagangannya sayur ... he he. "Ma ... Tempe mau? Ikan abis "

Aku sih seneng2 aja... sapa tahu anakku bakat jadi pengusaha . Kan ada tuh yang namanya Entrepreneurial Intellingence (kecerdasan wirausaha) or entre-Q . Definisinya menurut Aribowo P dan Sri Bawono the spirit and ability to create added value from the implementation of creativity and personal strength into sustainable and profitable business venture

Menurut Neff & Citrin... ciri2 kecerdasan wirausaha antara lain :
  • demonstrate visionary dan strategic skill
  • ability to overcome challenges
  • passion
  • creativity and innovation
  • intelligence and clarity of thinking
  • people skill
  • demonstrate consistent strength of character
  • humble
  • positive attitude
Pada dasarnya sih semua orang katanya memiliki Entre-Q ini ....tapi memang lingkunganlah yang membentuk kita sekarang.
Sejak kecil aku selalu dibilangin...Sekolah yang bener , biar dapet kerjaan yang bagus (which mean gaji bagus juga). Nggak pernah tuh dibilangin, sekolah yang bener ...kalo mau jadi pengusaha he he
Makanya buat anakku nanti...aku akan kasih peluang untuk menjadi yang manapun dia mau ...jadi karyawan oke, jadi pengusaha juga oke , seniman juga oke.
All the best for you

Kamis, 24 April 2008

Hujan Gerimis (Benyamin S & Ida Royani)

Eh ujan gerimis aje
Ikan lele ada kumisnye
Eh jangan menangis aje
Kalo boleh cari gantinye

Mengapa ujan gerimis aje
Pergi berlayar ke tanjung cina
Mengapa adek menangis aje
Kalo memang jodo ngga kemana, hei hei

Eh ujan gerimis aje
Ikan bawal diasinin
Eh jangan menangis aje
Bulan syawal mau dikawinin

Mau dikawinin jangan nangis
Bepedak namanya
Yah, entar kaya celepuk dong

Mengapa ujan gerimis aje
Pergi berlayar ke tanjung cina
Mengapa adek menangis aje
Kalo memang jodo ngga kemana, hei hei

Jalan jalan ke menado
Jangan lupa membeli parang
Kalo niat mencari jodo
Cari yang hitam seperti saya (ah masa)

(Catatan: Ini lagu favorit anak saya si Fathan he he)

Senin, 21 April 2008

Salut to Ibu Rumah Tangga

Di hari Kartini ini saya mau menyampaikan salut dan hormat saya buat para ibu yang memutuskan atau memilih untuk menjadi Ibu Rumah Tangga or ada yang bilang Full Time Mother. Bukan berarti pilihan menjadi Working Mom or Business Mom itu salah ...secara saya pun belum jadi Full Time Mom total.

Sudah hampir satu tahun ini saya meninggalkan rutinitas kerja kantor rutin which is masuk jam 8 pulang jam 5 (itu berarti berangkat jam stengah 6 dan sampe rumah lagi setelah jam 7 malem ) , dan saya memutuskan untuk menggeluti bisnis sendiri dan kadang2 Ngasong (istilah untuk ngambil pekerjaan HR yang project-based). Ini berarti saya tetep harus keluar rumah hampir setiap hari walaupun waktunya lebih fleksibel .

Nah yang saya alami selama 2 minggu ini ...saya bener- bener nggak bisa keluar rumah karena Asisten Rumah saya(PRT hehe ) mendadak resign dan saya belum mendapatkan gantinya. Walhasil selama 2 minggu ini semua perjanjian bisnis dibatalkan , semua proyek ditunda dulu karena saya harus stay dulu di rumah sampai mendapatkan Mbak yang cocok ...ternyata sussah.

2 Minggu ini saya merasakan berat juga ternyata kerjaan - kerjaan domestik yang biasa dilakukan si Mbak. Mulai dari ngurusin anak ( 2 orang batita), mberesin laundry rumah, bersih- bersih ...he he praktis waktu untuk baca koran aja susah banget :). Belum lagi perasaan bosaan banget karena susah banget mau cuci mata untuk jalan- jalan .
Makanya saya salut banget sama perempuan yang memutuskan untuk stay di rumah , mengurus rumah dan anak2nya dengan tangan sendiri . Saya rasa itu patut dihargai banget ... berapa banyak ketrampilan yang dibutuhkan, mulai dari manajemen waktu, keuangan, SDM dan manajemen emosi .
Ketika saya bekerja or di kantor doing bisnis di luar ... sebagian besar pekerjaan itu di handle si Mbak yang melakukannya dengan dibayar. Hehe saya yang melakukannya karena cinta (atau kewajiban ya?) aja merasa berat ...apalagi dia ya

Walaupun di zaman sekarang ini ramai pembicaraan tentang emansipasi yang menuntuk perempuan untuk banyak berperan di luar rumah..bukan hanya domestik area. Pilihan untuk menjadi Ibu Rumah Tangga total juga patut mendapat jempol. Menurut saya nggak papa juga kalo jadi Ibu Rumah Tangga dijadikan profesi ... tapi bener 2 loh lingkungan harus memberi penghargaan selayaknya . Apalagi suami ...jangan sampai para bapak berpikir ... kamu enak di rumah aja ...saya kan capek kerja cari duit . Sama aja pak ...sama capeknya .. Saya pernah ngerasain keduanya. Ketika saya kerja kantor atau bisnis di luar, saya hampir nggak mau tahu kerjaan di rumah ...paling anak aja yang kepegang ketika saya ada waktu . Tapi ketika saya di rumah harus ngerjain sendiri semua ... he he kayaknya dimarahin bos masih lebih mendingan daripada menghadapi 2 anak batita nangis berebutan minta digendong smentara jemuran nggak ada yang ngangkat .
Mungkin ada yang mikir ...ih dangkal banget sih kayak gitu aja jadi dilema...tapi ketika ngalamin sendiri... dallemmm kok

Teman saya Ade , ketika saya tanya kenapa dia yang Sarjana kok memilih nggak kerja , tanpa PRT lagi ...dia njawab Yah gue pengen aja skarang bareng2, pergi2 bareng anak2 gue ...mumpung mereka masih kecil 2..ntar kalo mereka gede juga udah males bareng2 nyokapnya dan gue pengen anak2 gue mencari gue ketika mereka mau cerita atau sakit atau pingin ditemenin - bukan nyari si Mbak .. dan gue juga pingin memakai ilmu gue untuk mendidik anak2 gue secara langsung.

Atau temen saya yang anaknya masih kecil2 tapi dia tetep bisa berkarir yang cukup menyita waktu ...ketika saya tanyakan kenapa... Ya sekarang emang waktunya gue mbangun karir gue ... kalau sekarang gue fokus untuk ngurus anak ...ketika mereka besar nanti Apa yang tertinggal utk gue . Kalau sekarang gue mbangun karir kan ketika anak2 besar dan sibuk sendiri...karir gue sudah established...toh kerjaan2 rumah bisa didelegasikan.

Akhirnya semua balik lagi ke pilihan kita masing2 ... Hidup adalah Pilihan. Lagian tulisan ini nggak bermaksud untuk membanding2 kan mana yang lebih bagus apa jadi ibu RT atau wanita karir atau apalah. Cuma pengalaman saya selama 2 minggu ini ( mudah2 an cepet dapat PRT lagi ) membuat saya dapat lebih memahami pilihan2 yang ada ... Hidup Perempuan

Sabtu, 05 April 2008

POLA TIDUR ANAK

Kebutuhan tidur pada anak

Usia Perkiraan kebutuhan tidur

  • Bayi baru lahir 16 s.d 20 jam per hari
  • 3 Minggu 16 s.d 18 jam per hari
  • 6 Minggu 15 s.d 16 jam per hari
  • 4 bulan 9 s.d 12 jam plus 2 kali tidur siang (masing-masing 2 s.d 3 jam )
  • 6 bulan 11 jam plus 2 kali tidur siang (masing-masing 1,5 s.d 2,5 jam)
  • 9 bulan 11 s.d 12 hjam plus 2 kali tidur siang (masing-masing 1 s.d 2 jam)
  • 1 tahun 10 s.d 11 jam plus 2 kali tidur siang (masing-masing 1 s.d 2 jam)
  • 18 bulan 13 jam plus 1 atau 2 kali tidur siang (masing-masing 1 s.d 2 jam)
  • 2 tahun 11 s.d 12 jam plus 1 kali tidur siang (2 jam)
  • 3 tahun 10 s.d 11 jam plus 1 kali tidur siang (2 jam)
  • 4 -5 tahun 10 s.d 12 hours. Biasanya tanpa tidur siang

Minggu, 23 Maret 2008

Pencemaran Udara Ancam IQ Anak

Jakarta, Sinar Harapan

Kota besar seperti Jakarta bukan lagi tempat yang sehat untuk membesarkan anak. Setiap hari seorang anak harus menghirup asap hitam knalpot kendaraan umum. Selain pelbagai penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA), ada yang lebih mengancam anak-anak kita, yakni menderita penurunan Intelligent Quotient (IQ) otak.

”Pengaruhnya tidak langsung dirasakan oleh anak, melainkan berlangsung sejak dalam kandungan. Kandungan zat berbahaya seperti logam berat pada emisi kendaraan akan terhisap oleh si ibu, dan mengalir melalui darah menembus ari-ari sebagai barrier. Semua kandungan logam berat tadi mengganggu pertumbuhan dan fungsi otak ketika janin itu dilahirkan,” jelas Dr. Monang Tampubolon, spesialis kesehatan anak dan dosen Fakultas Kedokteran Ukrida saat dihubungi di Jakarta, Kamis (3/4). Dari air susu ibu (ASI), polutan berbahaya dapat pula ”mencemari” otak bayi.

Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) DKI Jakarta sempat mengadakan studi pada 2001 yang menyatakan bahwa ibu-ibu di pinggiran kota memiliki ASI berkadar timbel 10 -30 ug per kilogram. Kadar ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tinggal di pedesaan, yakni satu sampai dua ug per kilogram. Polutan timbel yang terdapat dalam solar mampu memicu gangguan kesehatan kaum perempuan dan balita. Ion-ion timbel ini berimbas pada perkembangan sel-sel otak balita.

Sebagian besar kendaraan bermotor di kota-kota besar masih menggunakan bahan bakar fosil seperti hidrogen (H) dan karbon (C). Hasil pembakarannya memunculkan senyawa Hidro Karbon (HC), karbon monoksida (CO), karbon dioksida (Co2) juga Nox. Namun akibat menghemat, banyak kendaraan yang masih menggunakan solar sebagai bahan bakar. Solar menghasilkan senyawa berbahaya, timbel alias plumbum (Pb).Polutan inilah yang menjadi pemicu gangguan fungsi otak yang utama.

CO lebih menyerang ke anak-anak dan orang dewasa secara langsung, yakni menyebabkan kepala pusing, pandangan menjadi kabur, bahkan bisa pingsan dan kehilangan koordinasi saraf. Di luar ancaman penurunan tingkat kecerdasan, polusi udara juga memicu bronkitis, pneumonia, asma serta gangguan fungsi paru.
Bukan janin dalam kandungan saja yang ikut terancam kehilangan kualitas kecerdasan, tapi juga anak-anak dalam masa tumbuh kembang. Timbel alias timah hitam ikut mencemari sayur dan buah-buahan yang dikonsumsi anak-anak.

Beberapa tahun yang lalu United Nations Environmental Programme (UNEP) telah menempatkan Jakarta sebagai kota terpolusi nomor tiga di dunia setelah Meksiko dan Bangkok. Bisa dibayangkan betapa parahnya ancaman polutan emisi gas buang di metropolitan ini.
Padahal tanpa harus berhadapan dengan fakta tersebut, anak Indonesia sudah tergolong lemah dan memiliki angka kematian tinggi. Berdasar catatan UNICEF, laju tingkat kematian anak Indonesia termasuk tinggi dibanding negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Sebagai perbandingan, tahun 1997 tingkat kematian anak di Jakarta mencapai 28, di Kalimantan 67, di NTB mencapai angkat 81 perseribu kelahiran. Sedangkan di Thailand hanya 30, dan Malaysia hanya sembilan.

Menurut Monang, mayoritas anak Indonesia lebih rentan terserang penyakit dibanding dengan anak dari negara lain. Ini tak lain dipicu masalah kurang gizi yang sejak lama menjadi kendala utama pembangunan bangsa. Departemen Kesehatan (Depkes) mencatat bahwa pada 1999 ada sekitar delapan persen anak Indonesia kekurangan gizi. Ini artinya ada sekitar 1,8 juta anak balita di seantero Indonesia menderita malnutrisi. Namun realitas yang ada di lapangan bisa lebih dari itu.
”Walaupun gizi masih menjadi masalah utama anak Indonesia, pada akhirnya penyakit yang timbul akibat pencemaran udara akan menjadi parah pula,” tutur dokter yang membuka praktik di bilangan Kalibata ini. Keduanya sama-sama berdampak buruk, yakni merosotnya tingkat IQ. Di Jakarta dan kota besar lain masalah gizi bisa jadi tidak separah di daerah. Selaras dengan itu, kualitas kecerdasan mereka yang mendapat asupan gizi cukup akan membaik juga. Namun di banyak daerah kekurangan gizi, perkembangan otaknya terhambat. Maka Monang tidak heran kalau pelajar yang berhasil tembus perguruan tinggi negeri lebih banyak berasal dari kota besar di mana kebutuhan gizinya terpenuhi.

Hal lain yang patut dicermati adalah polusi udara akibat asap rokok. Monang berpendapat bahwa hingga saat ini belum ada penelitian apakah asap rokok termasuk zat berbahaya bagi otak anak. Yang jelas, ibu hamil yang menghisap rokok bisa berakibat fatal terhadap janin yang dikandungnya. Pembuluh darah sang ibu akan mengecil sehingga suplai darah ke calon bayi terhalang. Akan banyak dampak yang diderita bayi di samping sekadar pertumbuhan badan yang terlambat, namun juga kemampuan mentalnya.
”Gizi memang masih menjadi faktor utama perkembangan otak. Tapi kita juga jangan meremehkan faktor lain seperti polusi udara,” ujar Monang. Dan yang memprihatinkan, kendati polusi udara di Indonesia tergolong tinggi, tidak ada satu pun ahli kesehatan udara yang tersedia. Bahkan bidang studinya pun belum tersedia di semua perguruan tinggi. Padahal, menurut Monang, di banyak negara maju kehadiran seorang dokter ahli kesehatan udara sangat diperlukan dalam pembangunan proyek-proyek gedung di kota besar. (mer)

Copyright © Sinar Harapan 2003

Minggu, 16 Maret 2008

Rindu Toraja

Aku ke Toraja baru sekali...itupun udah lamaaa banget.
Waktu itu tahun 1997 , aku masih kuliah dan ikutan ekspedisi panjat tebing di Bambapuang, Enrekang (itu deket Toraja) . Ekspedisinya sendiri mengesankan banget ...cewek semua ...manjat tebing out of nowhere ( waktu itu seh masih jarang rumah penduduk ) . He he kayaknya tentang ekspedisi ini sendiri harus 1 topik khusus mbahasnya .

Yang jelas selesai ekspedisi aku dan teman2ku Ita, Andi, Maya, Nadira dan tim pendukung jalan2 ke Toraja . Begitu sampai disana kebetulan suasananya rada mendung ... perasaanku damai banget , ni kota indah bener ( bayanganku waktu itu ...kayak Nepal kali ya ...he he sok tahu abis deh). Aku langsung berkhayal ... nti bulan madu aku mau ke Toraja ( sayangnya sampai sekarang belum kesampaian he he)

Disana kita ke Rantepao dan di jamu abis sama Bang Agus Lamba, dia itu salah seorang tokoh pemuda disana , dia punya wisma dan usaha tourist guide . Kita diajak rafting di Sungai Maiting .... Masya Allah ...itu sungai baguuus banget , walaupun kecil tapi alirannya lancar dan berwarna bening kehijauan . Belum lagi pemandangan sepanjang sungai ...tebing batu yang baguus, sekali2 ada biawak di pinggir. Walaupun udah sepuluh tahun yang lalu ...kayak masih terbayang di mataku sekarang.
Waktu itu sempet juga ngeliat upacara adat ...bukan pemakaman sih , upacara mindahin makam...jadi nggak terlalu besar . But still ..Unique. Sempet juga jalan2 liat pasar sapi yang rame banget

Pingin banget deh balik ke Sulawesi , jalan2 ma suami ke Makassar, Maros, Bantimurung dan tentunya Toraja .
Mungkin nanti kalau anak2 sudah agak besar ya ...sekarang ngumpulin dananya dulu :))

Sabtu, 08 Maret 2008

LASKAR PELANGI ...sebuah Aufklarung buat saya

Mungkin saya rada telat membaca buku Laskar Pelangi tulisan Andrea Hirata ...tapi terus terang saya terkesan sekali dengan isinya.

Buat yang belum membaca buku ini ...buku ini berkisah tentang perjuangan 10 orang anak untuk dapat menempuh pendidikan dasar di daerah Belitung dengan berbagai hambatannya mulai dari dana, bangunan sekolah, jarak . Bener - bener menohok ya...bahwa di Indonesia , malahan di daerah yang kaya sumber daya alam ..pendidikan begitu sulit ditempuh. Mudah- mudahan para petinggi negeri membaca buku ini ...


Yang jelas setelah membaca buku ini saya tercenung , yang bisa saya ambil 'hikmahnya' :) ... Hidup adalah perjuangan ( he he kayak Bang Roma ya ?) . Waktu membaca buku ini kebetulan saya yang sedang merintis bisnis sendiri sedang merasa down...merasa kok target saya belum tercapai ya . Membaca buku ini saya merasa tertampar ...betapa anak2 yang untuk sekolah SD aja harus bersepeda 40 km , atau anak2 yang sebelum sekolah harus menjadi kuli dulu tetap saja menikmati hidup


Saya juga menemukan bukti nyata dari The Secret pada perjalanan hidup Ikal atawa Andrea... Bener seperti Rhonda jabarkan di bukunya The Secret ( yang juga amazing menurut saya ) bahwa kita harus punya satu keinginan kuat yang ingin dicapai dan Alam (Universe) akan memberikannya kepada kita .

Tapi dengan Laskar Pelangi saya baru 'ngeh' ...kita nggak cukup Meminta (Ask) saja ke pada Alam..menuju itu ada usaha konsisten ,pantang mundur dan semangat baja ...baru Alam ( kalau menurut saya Allah) akan mengabulkan. Diceritakan Ikal dan Arai akhirnya tercapai juga keinginannya untuk Sekolah di Sorbonne ....tapi dengan usaha yang membuat saya merinding ..mulai dari jadi kuli di pelabuhan sampai bekerja sambil kuliah. Bener2 buku ini menjadi Aufklarung (pencerahan) buat saya


Jadi saya ambil kesimpulannya ...tetapkan target kita, simpan dalam pikiran, kerja keras tanpa kompromi dalam prosesnya ..dan hasilnya akan datang . Toh yang di atas pasti melihat usaha yang kita lakukan
Kalau dalam Islam kan dituliskan Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga kaum itu berusaha merubah nasibnya sendiri. Atau mungkin petatah lama bilang Ora et Labora